REVIEW BUKU DIPLOMASI DAN PEMBANGUNAN KONEKTIVITAS MARITIM INDONESIA DALAM KONSTELASI POLITIK GLOBAL

Hardi Alunaza SD

Abstract

Visi Pemerintahan Joko Widodo terkait poros maritim dunia berdasarkan tinjauan terhadap posisi strategis Indonesia yang memiliki lokasi di pusat perairan Asia Pasifik yang juga dikenal sebagai pusat komersial maritim. Melalui visi tersebut, Presiden Joko Widodo telah secara resmi mengumumkan program lima tahun dengan meningkatkan pembangunan 6 pelabuhan skala internasional diikuti dengan 24 pelabuhan komersial baru dan lebih dari seribu pelabuhan lainnya. Mega proyek ini dinilai sebagai penghubung bagian terpencil nusantara ke perdagangan dunia. Pembentukan poros maritim tidak hanya bertujuan untuk menjawab kebutuhan di tingkat domestik dan regional, tetapi juga tantangan dari dunia internasional mengenai pentingnya keberadaan jalur perdagangan dengan memanfaatkan jalur laut. Menanggapi proyek dari kebijakan Joko Widodo, Humphrey Wangke menunjukkan ancaman dari sisi keamanan terhadap poros maritim. Hal tersebut terlihat dari peningkatan ancaman keamanan yang terjadi terhadap kapal niaga di Kawasan Laut Sulu Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina, termasuk ancaman rivalitas antara China dan Amerika yang terjadi di Laut China Selatan di tengah pandemi global Covid-19. Sikap konfrontatif AS dan klaim wilayah maritim yang dilakukan China ini berdampak terhadap kedaulatan Indonesia dalam melanjutkan pembangunan dan konektivitas maritim. Artikel ini bertujuan me-review buku Humprey Wangke yang meninjau konsep pembangunan konektivitas maritim dan diplomasi yang dilakukan Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di Laut Sulu Sulawesi dan Laut China Selatan.

Keywords

ancaman keamanan, diplomasi Indonesia, kerja sama, pembangunan konektivitas maritim

Full Text:

PDF

References

Bappenas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015–2019. Jakarta: Bappenas, 2014.

CNBC Indonesia. “Laut China Selatan dan Sikap Tegas RI Tolak Klaim China,” 1 Juni 2020, https://www.cnbcindonesia.com/news/20200601071423-4-162149/laut-china-selatan-sikap-tegas-ri-tolak-klaim-china, diakses pada 20 Juli 2020.

Sari, Deasy Silvya. “Poros Maritim dan Tantang Laut Tiongkok Selatan.” Jurnal Penelitian Politik 14, no. 2 (2017): 183–196. https://doi.org/10.14203/jpp.v14i2.718.

Wahyudi, Imam. “Implementasi Declaration of Conduct oleh ASEAN Terkait Sengketa Laut China Selatan.” Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Universitas Mulawarman 6, no. 2 (2019): 683–692.

Rustam, Ismah. “Kebijakan Keamanan Maritim di Perbatasan Indonesia: Kasus Kejahatan di Laut Sulawesi-Laut Sulu.” Jurnal Penelitian Politik 14, no. 2 (2017): 165–181. https://doi.org/10.14203/jpp.v14i2.717.

Jakarta Post. “South China Sea Rules Cannot Be Negotiated Virtually: Indonesian Official,” 18 Juni 2020, https://www.thejakartapost.com/news/2020/06/18/south-china-sea-rules-cannot-be-negotiated-virtually-ri-official.html, diakses pada 20 Juli 2020.

Krisman, Khanisa dan Lidya C. Sinaga. “Menakar Keberlanjutan Visi Poros Maritim Dunia di Tengah Agenda Pembangunan Maritim Regional.” Jurnal Penelitian Politik 17, no. 1 (2020): 103–116. https://doi.org/10.14203/jpp.v17i1.858.

Fajri, M. Bahtiar. “Strategi Pertahanan Maritim Indonesia di Tengah Dinamika Perang Hibrida Kawasan Laut China Selatan.” Jurnal Penelitian Politik 17, no. 1 (2020): 59–78. https://doi.org/10.14203/jpp.v17i1.846.

Khairurijal, Najamuddin. “Smart Maritime Diplomacy: Diplomasi Maritim Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia.” Jurnal Global Strategis 13, no. 1 (2019): 63–78. http://dx.doi.org/10.20473/jgs.13.1.2019.63-78.

Yakti, Probo Darono dan Joko Susanto. “Poros Maritim Dunia Sebagai Pendekatan Strategi Maritim Indonesia: Antara Perubahan atau Kesinambungan Strategi?.” Jurnal Global Strategis 11, no. 2 (2017): 108–125. http://dx.doi.org/10.20473/jgs.11.2.2017.108-125

Republika. “AS dan China Memanas di LCS, Bagaimana Sikap Indonesia?,” 16 Juli 2020, https://republika.co.id/berita/qdk7zy382/as-dan-china-memanas-di-lcs-bagaimana-sikap-indonesia, diakses pada 20 Juli 2020.

Wu, Shicun. “Preventing Confrontation and Conflict in the South China Sea.” China International Strategy Review 2, no. (1) (2020): 1–12. https://doi.org/10.1007/s42533-020-00043-x.

Wangke, Humphrey, et al., Diplomasi Indonesia dan Pembangunan Konektivitas Maritim. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2019.

Sulistyani, Yuli Ari. “Diplomasi Pertahanan Littoral States di Selat Malaka Melalui Kerangka Patroli Selat Malaka.” Jurnal Pertahanan dan Bela Negara 9, no. 2 (2019): 41–50. http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v9i2.563.

Panduwinata, Yudistira, et al., “Pengawasan Wilayah Laut Selat Malaka Pada Kerjasama Malacca Strait Sea Patrols Tahun 2011–2013: Perspektif Indonesia.” Journal of International Relations 2, no. 4 (2016): 276–281.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian Politik - Pusat Penelitian Politik - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.