Menelaah Sisi Politiko-Historis Shalawat Badar : Dimensi Politik dalam Sastra Lisan Pesantren

Dhurorudin Mashad

Abstract

Abstrak

Shalawat Badar merupakan satu wujud dari sastra lisan pesantren.  Namun,  berbeda dari berbagai sastra lisan pesantren lain  yang umumnya hanya merupakan ekspresi  seni (estetis dan hiburan) kaum santri,  yang dimanfaatkan sebagai sosialisasi nilai dan ajaran Islam,  Shalawat Badar ternyata memperlihatkan karakateristiknya yang beda, yakni  tampil kental dengan  nuansa politik. Shalawat ini acapkali dijadikan sarana mobilisasi kaum santri dalam  berbagai kontestasi politik.  Realitas ini menjadi bukti bahwa entitas Shalawat Badar kenyataannya merupakan manifestasi dari relasi antara sastra – agama -  politik. Naskah ini dimaksud untuk melakukan rekonstruksi historis tetang konteks politik ketika Shalawat Badar lahir,  menelusuri akar  penyebab shalawat ini menjadi kental dengan nuansa politik,  serta alasan di balik  realitas politik bahwa Shalawat ini akhirnya menjadi dipakai sebagai sarana mobilisasi kaum santri.

 

Kata Kunci: Shalawat Badar, Pesantren, Sastra Lisan, Kontestasi Politik

Full Text:

PDF

References

Andrain, Charles F., Kehidupan Politik dan Perubahan Sosial (Terjemah Luqman Hakim). Yogyakarta: Tiara Wacana, 1992.

Azzam, Salim (ed)., Beberapa Pandangan tentang Pemerintahan Islam. Bandung: Mizan, 1979.

Dinut, Alex. Dokumen Terpillih Sekitar G.30.S/PKI. Jakarta: Intermasa, 1997.

D.Z, Abdul Mun’im. Benturan NU PKI 1948-1965. Depok: PB NU – Langgar Swadaya, 2014. (Cetakan II).

Fadeli, Soeleiman dan Muhammad Subhan. Antologi NU: Sejarah Istilah Amaliah Uswah. (Buku I). Surabaya: Khalista, 2007.

Fieth, Herbert dan Lance Castles. Pemikiran Politik Indonesia 145-1965. Jakarta: LP3ES, 1988.

Geertz, Clifford. Agama Jawa : Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa, (Terj. Aswab Mahasin dan Bur Rasuanto). Jakarta: Komunitas Bambu, 2014.

Islam, Saeful. K.H.R. Ali Manshur : Sang Pencipta Shalawat Badar. Surabaya: Amantar, 2004.

Koentjaraningrat. Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru, 1979.

Mashad, Dhurorudin. Tahun Penuh Tantangan: Joened Poesponegoro, Menteri Riset Pertama di Indonesia. Jakarta : LIPI Press, 2004.

Ma’arif, Ahmad Syafi'i. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Jakarta: Gema nsani Press, 1996.

Merriam, Allan P., The Antrhropology of Music. Bloomington, Indiana: Northern University Press, 1964.

Mortimer, Rex. Indonesian Communism Under Sukarno: Ideology and Politics. Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1977.

Nugraha, Iskandar P., Teosofi, Elite Modern Nasionalisme Indonesia. Depok: Komunitas Bambu, 2011.

Perry, M., Arnold Toynbee and the Crisis of the West. Washington, D.C.: University Press of America, 1982.

Ricklesf, M.C., Mengislamkan Jawa: Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangnya dari 1930 sampai Sekarang. Jakarta: Serambi, 2012.

Said, Salim Haji. Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto. Bandung: Mizan, 2015.

Tanja, Victor. Himpunan Mahasiswa Islam : Sejarah dan Kedudukannya di Tengah Gerakan-gerakan Muslim Pembaharu di Indonesia. Jakarta: Sinar Harapan, 1991.

Wilis, Abdul Hamid. Aku Menjadi Komandan Banser (Barisan Anshar Serbaguna) : Membela Pancasila – Menumpas G-30-S/PKI. Trenggalek: Public Policy Institute, 2011.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Politik - Pusat Penelitian Politik - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.