Upaya Mobilisasi Perempuan Melalui Narasi Simbolik ‘Emak-Emak dan Ibu Bangsa’ Pada Pemilu 2019

Luky Sandra Amalia

Abstract

Abstrak

Perempuan yang menempati separoh lebih jumlah pemilih merupakan target suara besar yang disasar oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi pada Pemilu Serentak 2019 ini. Upaya mobilisasi suara perempuan dilakukan melalui penyematan label ‘emak-emak’dan ‘ibu bangsa’. Emak-emak adalah sebutan bagi perempuan pendukung paslon penantang sedangkan ibu bangsa merupakan panggilan untuk perempuan yang berada di barisan kubu petahana. Tulisan ini berpendapat bahwa label emak-emak maupun ibu bangsa yang disematkan oleh kedua kubu capres-cawapres kepada pemilih perempuan hanya sebatas narasi simbolis untuk memobilisasi suara perempuan yang mencapai lebih separoh jumlah pemilih. Tidak ada yang lebih konkrit dari yang lain, kedua istilah tersebut sama-sama mendomestikasi peran perempuan. Melalui label emak-emak maupun ibu bangsa, kedua kubu seolah menegaskan bahwa perempuan harus menjadi ibu/emak yang tugasnya hanya di ranah domestik. Kondisi ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh budaya patriarki yang masih berkembang di masyarakat. Selain itu, terbatasnya akses informasi bagi perempuan ditambah dengan platform parpol yang belum sensitif gender menempatkan perempuan sebagai obyek kampanye yang dapat dimanfaatkan untuk menarik dukungan suara pemilih perempuan lain dengan memanfaatkan identitas bersama sebagai perempuan.

 

Kata kunci: perempuan, pemilu, emak-emak, ibu bangsa

Full Text:

PDF

References

Amalia, Luky Sandra. “Sensitivitas Gender Para Capres”, dalam http://mediaindonesia.com/read/detail/213666-sensitivitas-gender-para-capres. 22 Februari 2019.

Beyer, Audun; Carl Henrik Knutsen dan Bjørn Erik Rasch. “Election Campaigns, Issue Focus and Voting Intentions: Survey Experiments of Norwegian Voters”. dalam Scandinavian Political Studies,Vol. 37 (4), 2014.

Campaign School. Tt. Voter Contact Communicating Directly with Voters. NDI.

Cho, Jaeho. 2013. “Campaign Tone, Political Affect, and Communicative Engagement”, dalam Journal of Communication. 63:1130–1152.

Enns, Peter K. dan Brian Richman, “Presidential Campaigns and the Fundamentals Reconsidered”, dalam The Journal of Politics, Vol. 75, No. 3, July 2013.

Gine, Xavier. “Evidence from a Voter Awareness Campaign in Pakistan”, dalam Impact and Policy Conference, Bangkok.

Haris, Syamsuddin. 2016. “Format Pemilihan umum Presiden” dalam Luky Sandra Amalia (Ed.). Evaluasi Pemilihan Presiden Langsung di Indonesia. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Mili, Amel. “Analytical and Empirical Observations”, dalam A Dissertation of the State University of New Jersey. Newark: New Jersey. May 2009.

Nadeau, Richard; Neil Nevitte; Elisabeth Gidengil dan André Blais. “Election Campaigns as Information Campaigns: Who Learns What and with What Effect?“, dalam The American Political Science Review. March 2001.

Reyes-Housholder, Catherine. 2018. “Women Mobilizing Women: Candidates’ Strategies for Winning the Presidency”, dalam Journal of Politics in Latin America, 10 (1), 69–97.

Samuels, D. 2000. “Concurrent Elections, Discordant Results: Presidentialism, Federalism, and Governance in Brazil”, dalam Comparative Politics, https://doi.org/10.2307/422421.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilihan Umum.

Wawancara dengan pengurus parpol di Kota Padang, Sumatera Barat, 10 April 2019.

“6 Fakta Djoko Santoso, Ketua BPN Prabowo”, dalam https://news.detik.com/berita/d-4386048/6-fakta-djoko-santoso-ketua-bpn-prabowo, 15 Januari 2019; dan “Dipimpin Erick Thohir, Ini Susunan Lengkap Timses Jokowi-Ma'ruf”, dalam https://news.detik.com/berita/d-4202921/dipimpin-erick-thohir-ini-susunan-lengkap-timses-jokowi-maruf, 8 September 2019.

“Disahkan KPU, Ini Perolehan Suara Pemilu Legislatif 2014”, dalam https://nasional.kompas.com/read/2014/05/09/2357075/Disahkan.KPU.Ini.Perolehan.Suara.Pemilu.Legislatif.2014, 9 Mei 2014.

“Emak-Emak Vs Ibu Bangsa, Mengapa Istilah Jadi Masalah?”, dalam https://tirto.id/emak-emak-vs-ibu-bangsa-mengapa-istilah-jadi-masalah-c2Cy, 26 September 2018.

“Ibu Bangsa vs The Power of Emak-emak”, dalam https://kumparan.com/@kumparannews/ibu-bangsa-vs-the-power-of-emak-emak-1537055700606592490, 16 September 2018.

“Jokowi: Jadilah Ibu Bangsa Wahai Perempuan Indonesia”, dalam https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/09/14/pf1wsb377-jokowi-jadilah-ibu-bangsa-wahai-perempuan-indonesia, 14 September 2018.

“Jokowi: Perempuan Indonesia, Jadilah Ibu Bangsa”, dalam https://kumparan.com/@kumparanstyle/jokowi-perempuan-indonesia-jadilah-ibu-bangsa-1536934043567258056, 14 September 2018.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Politik - Pusat Penelitian Politik - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.