Respons Pemerintah Indonesia dalam Menghadapi Perkembangan Gerakan Islamic State Di Indonesia

Novie Lucky Andriyani, Feriana Kushindarti

Abstract

Abstrak

Deklarasi “Khalifah” yang diungkapkan oleh Abu Bakar al Bagdadi pada bulan Oktober 2014, yang dikenal sebagai Negara Islam (yang sebelumnya dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS) adalah sebuah kelompok organisasi jihad yang bertujuan untuk membentuk sebuah Negara Islam (Kekhalifahan) di wilayah ini. Dampak tindakan ISIS menyebabkan eksistensi Negara Islam mendapat perhatian dari negara lain dan pelaku lainnya dalam hubungan internasional. beberapa dai mereka memberikan dukungannya kepada Negara Islam sementara beberapa lainnya menentangnya. Indonesia memiliki sejrah panjang dalam menghadapi kekerasan dan ancaman yang disebabkan oleh gerakan Islam di beberapa wilayah di Indonesia. Dari latar belakang gerakan di Indonesia, pergerakan ISIS mendapatkan perhatian dari organisasi Islam Indonesia dan mereka mulai menyatakan dukungan mereka terhadap Negara Islam. Hal ini menyebabkan pemerintah Indonesia khawatir karena usaha yang dilakukan militan di Indonesia untuk memobilisasi masyarakat Indonesia bergabung dalam jihad di Irak dan Suriah. Dari pembahasan di atas, artikel ini akan membahas tentang perkembangan Negara Islam di Indonesia dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kondisi Indonesia. Selain itu, tulisan ini juga akan menerapkan teori pengambilan keputusan untuk membahas bagaimana pemerintah Indonesia menanggapi kesepakatan dan menghadapi pengaruh Negara Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memberikan perhatian kepada konsep kekhalifahan global yang diperkenalkan oleh Negara Islam. Ancaman Negara Islam yang menyebar di seluruh Indonesia mendorong pemerintah Indonesia untuk merespon ideologi Negara Islam dan tindakan bar-bar yang dilakukan, tetapi juga tindakan Negara Islam dalam subversi nasionalisme.

Kata Kunci: Indonesia, pengaruh, Negara Islam, respon

Full Text:

PDF

References

Hendropiyono, A.M. Terorisme: Fundamentalis, Kristen, Yahudi, Islam. Jakarta: Kompas. 2009.

ICPVTR. Unpublished Report. Singapore: International Centre For Political Violence And Terorism Reseach. 2015.

USAID. Indonesian And Malaysian Support For The Islamic Stat.South Arlington: Management Systems International Corporate Office. 2015.

Arianti, V. “Indonesia”. Counter Terrorist Trends and Analysis. vol.7 issue 1 (2015): 4-19.

Gunaratna, Rohan. “The Rise Of The Islamic State : Terrorism’s New Face In Asia”, Panorama 01, (2015): 9-20.

IPAC. “The Evolution Of ISIS in Indonesia”. IPAC Report, No. 13 (2014).

Taufiqurrahman, Muh. “The Road ISIS: How Indonesia Jihadists Travel to Syria and Iraq”, Counter Terrorist Trends and Analysis (CTTA). Vol.7 Issue 4 (2015): 17-25.

Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 7 tahun 2008 Pedoman Dasar Strategi dan Implementasi Pemolisian Masyarakat dalam Penyelenggaraan Tugas Polri.

Amin, Ma’ruf. “ISIS: Gerakan Kekhalifan Islam Global dan Tantangan bagi NKRI dan Islam Rahmatan Lil Alamin.” Seminar Nasional Fenomena ISIS bagi NKRI dan Islam Rahmatan Lil’alamin. 9 August 2014 di Jakarta.

Azizah, Nur. “Comparative Politics.” Materi Kuliah. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2011.

Hasyim, Ahmed S. “The Impact of the Islamic State in Asia.” Policy Report. 15 Februari 2015. S. Rajaratnam School of International Studies. 2015.

Nasar, Fuad. “Gerakan ISIS, Ancaman Ideologi dan Keagamaan NKRI.” Sarasehan kementerian Agama. 5 April 2014 di Jakarta.

USAID. Indonesian And Malaysian Support For The Islamic State. South Arlington: Management Systems International Corporate Office. 2006.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Politik - Pusat Penelitian Politik - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.