Pelibatan TNI dalam Kontra Terorisme Di Indonesia

Diandra M Mengko

Abstract

ABSTRAK

Pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menanggulangi aksi teror di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. Apabila sebelum reformasi 1988, ABRI/TNI menjadi garda terdepan dalam menghadapi aksi teror, pasca reformasi 1998 dan pemisahan TNI-Polri, hal ini menjadi domain dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sejak saat itu TNI berperan sebagai garda pendukung. Namun wacana untuk mengembalikan kewenangan TNI dalam menghadapi aksi teror di tanah air terus muncul. Tulisan ini mengajukan argumen bahwa pelibatan TNI pada derajat dan konteks tertentu memang dapat mendukung upaya penanggulangan terorisme. Namun memberikan kewenagan TNI yang setara dengan Polri (dalam menangani aksi terorisme) justru akan menimbulkan berbagai persoalan baru: kontra-produktif terhadap upaya kontra-terorisme dan pembangunan profesionalisme militer, serta menempatkan kehidupan demokrasi Indonesia dalam resiko.

Kata kunci: Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Militer, Terorisme

Full Text:

PDF

References

Alfred Stepan, The New Professionalism of Internal Warfare and Military Role Expansion, dalam Alfred Stepan. Authoritarian Brazil. United States: Yale University Press. 1976.

Kementerian Pertahanan. Buku Putih Pertahanan 2008. Jakarta: Kementerian Pertahanan. 2008.

Michael C. Desch. Civilian Control of the Military: The Changing Security Environment. Baltimore, London: The John Hopkins University Press. 1999.

Paul Wilkinson. Terrorism versus Democracy: Liberal State Response. London and New York: Routledge. 2006.

R. G. Frey dan Christopher W. Morris. Violence, Terrorism, and Justice. New York: Cambridge University Press. 1991.

Seth G. Jones dan Martin C. Libicki. How Terrorist Groups End. Pitsburg: RAND Corporation. 2008.

United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Handbook on Criminal Justice Response to Terrorism. New York: United Nations. 2009.

Werner G.K. Stritzke (dkk). Terrorism and Torture: An Interdisciplinary Perspective. United States: Cambridge University Press. 2009.

Al Araf. ”Keseimbangan antara Keamanan dan Kebebasan dalam Kebijakan Penanggulangan Terorisme” (Makalah). 2011.

Charles J. Dunlap. “The Origins od the American Military Coup of 2012”, dalam PARAMETERS Vol.22. United States: United States Army War College. 1992.

Diandra Mengko. Intelijen dan Keamanan Nasional era Soeharto (Laporan Penelitian). Jakarta: Pusat Penelitian Politik. 2017.

Kemenkopolhukam. Anev Pelaks Ops Tinombala dan Rencana ops Tinombala 2016. persentasi disampaikan pada 25 April 2016.

Tayfun Erbay. The Role of Military in Counterterrorism: Unintended Consequences (Thesis), Amerika Serikat: Naval Post Graduate School. Desember 2012.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Politik - Pusat Penelitian Politik - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.