Kuasa Meraih Suara: Relasi Foke-Nara dan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012

Dina Fadiyah

Abstract

Tulisan ini bermaksud ingin melihat bagaimana relasi antara Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dengan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012 yang lalu. Forkabi adalah salah satu organisasi masyarakat etnis Betawi yang ada di Jakarta. Pada dasarnya, Forkabi berdiri karena ketakutan etnis asli Jakarta yaitu etnis Betawi akan luntur karena banyaknya suku pendatang yang ada di Jakarta. Namun nyatanya, kini Forkabi menjadi perpanjangan politik dari Foke-Nara selama masa kampanye dalam pemilihan Gubernur Jakarta 2012 yang lalu.

Menurut penulis, menjadi menarik untuk ditelisik lebih dalam ketika suatu ormas yang awalnya berdiri berdasarkan etnisitas tetapi kini menjelma menjadi perpanjangan politik dari suatu elit lokal. Ormas yang seharusnya bebas dari kepentingan-kepentingan politik, tetapi kini di Indonesia justru ormas adalah salah satu bagian terpenting dalam meraih suara disuatu ajang pemilihan kepala daerah.

Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan dipadukan dengan teori patron-klien, diharapkan penelitian ini akan menjadi warna tersendiri yang dapat disuguhkan bagi para pembacanya. Hipotesa sementara dari penelitian ini adalah ternyata organisasi masyarakat sangat dapat berperan penting dalam sebuah pemilihan. Terbukti dengan adanya elit-elit lokal yang saat ini gencar mengandeng ormas sebagai timsesnya. Keberhasilan pengumpulan suara yang dihasilkan oleh ormas mungkin karena anggota ormas banyak tersebar luas dimana-dimana. Mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, dsb. Hal ini membuktikan bahwa ormas yang ada saat ini sudah tidak dapat dikatakan independen atau tanpa adanya campur tangan politik.

Keywords: ormas, patron-klien, perpanjangan politik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Dina Fadiyah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.