Memaknai Kelas Menengah Sebagai Aktor Demokrasi Indonesia

Wasisto Raharjo Jati

Abstract

Tulisan ini hendak menganalisis mengenai kelas menengah sebagai aktor demokrasi di Indonesia. Membincangkan kelas menengah dalam setiap diskursus ilmu sosial dan politik di Indonesia senantiasa dihadapkan pada pembahasan ekonomi secara kuantitatif. Hal yang perlu dicatat adalah keberadaan kelas menengah ini daripada didefinifisikan lebih baik dirasakan keberadaannya dalam kehidupan.

Posisi kelas menengah sebagai aktor politik di Indonesia masih fluktuatif. Hal ini dikarenakan kemunculan kelas menengah dalam arus demokrasi Indonesia yang masih ambigu. Kelas menengah ini bisa menjadi kelompok masyarakat yang tersubordinasi dengan negara, namun di satu sisi, kelas menengah juga tampil sebagai kelas masyarakat yang resisten dengan negara. Adanya transisi posisi dan status kelas menengah tersebut sebenarnya bisa disimak dari gerakan reformasi 1998 hingga sekarang ini. Munculnya berbagai macam gerakan politik dengan mengarustamakan demokrasi yang diinisasi oleh kelas menengah menjadi hal yang terelakkan paska reformasi ini. Semula, gerakan tersebut hanya berupa aksi penyampaian aspirasi dan kini sudah berkembang menjadi menjadi aksi penuntutan representasi. Adanya perubahan dalam pilihan aksi dan strategi itu menandakan bahwa kesadaran politik di kalangan kelas menengah Indonesia sendiri sudah semikian merata. Mereka tidak hanya menjadi aktor pasif secara politis namun juga aktif dalam menyuarakan aspirasi dan sekaligus pula representasinya.

Menguatnya aksi representasi dari kelas menengah ini merupakan implikasi penting semakin menguatnya ranah societal terhadap proses political, dan semakin berperannya netizen dalam menyuarakan kebebasan berekspresi, dan lain sebagainya. Tulisan ini akan mengelaborasi lebih lanjut mengenai akar demokrasi dalam setiap episode kemunculan kelas menengah dalam demokrasi Indonesia. Sejauh mana mereka andil dalam proses demokratisasi di ruang publik.

Kata-kata kunci : Akar Demokrasi; Kelas Menengah; Demokratisasi; Masyarakat

Full Text:

PDF

References

Aminuddin, Faishal, et.al.(2015). Demokrasi Elektoral (bagian 2) : Sistem dan Perbandingan Pemerintahan. Surabaya : Penerbit Sindikasi Indonesia.

Asshiddiqie, Jimly. (2004). Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran kekuasaan dalam UUD 1945. Yogyakarta : FH UII Press.

Jati, Wasisto Raharjo. (2013). Pengantar Kajian Globalisasi. Jakarta : Mitra Wacana Media.

Jati, Wasisto Raharjo. (2016). Cyberspace, Internet, dan Ruang Publik Baru: Aktivisme Online Politik Kelas Menengah Indonesia. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 3, 25-35

Lipset, Seymour Martin. (2007). Political Man : Basis Sosial Tentang Politik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Masoed, Mochtar. (2003). Negara, Kapital, Dan Demokrasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Pattinasarany, Indera. (2016). Stratifikasi dan Mobilitas Sosial. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Ricklefs. M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta : Serambi.

Robison, Richard. (2009). Indonesia : The Rise of Capital. New York : Equinox.

Stanley, Richard. (2007). Lessons of American History. New York : iUniverse.

Uhlin, Anders. (1998). Oposisi Berserak: Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. Bandung : Mizan Press.

Warsilah, Henny, et.al. (2005). Kelas Menengah dan Demookratisasi. Jakarta : LIPI Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Wasisto Raharjo Jati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.