REVIEW BUKU DEMOKRASI, HAK ASASI MANUSIA, DAN RETORIKA DI ASIA TENGGARA

Pandu Prayoga

Abstract

Demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) di ASEAN memiliki banyak wajah karena adanya perbedaan penafsiran dan lemahnya penerapan di lapangan. Beragamnya penafsiran mengenai demokrasi dan HAM disebabkan oleh beragamnya sistem politik pemerintahan di Asia Tenggara. Penegakan dan penghormatan terhadap HAM menjadi pekerjaan rumah yang terus mendapat sorotan internasional, baik di negara anggota yang demokratis maupun tidak. Tulisan ini menyoroti perbedaan antara kesepakatan di tingkat ASEAN yang mendorong demokrasi dan HAM serta pelanggaran di level domestik yang masih terjadi. Penulis buku berpendapat bahwa pengakuan atau legitimasi dari komunitas internasional penting agar ASEAN dapat menjadi bagian dari komunitas global. Selain itu, pemimpin kawasan memiliki kekuasaan dalam mendefinisikan nilai-nilai demokrasi dan ham menurut versinya. Bagaimanapun, tantangan ke depan bagi ASEAN yaitu bagaimana demokrasi dan HAM dapat fokus pada rakyat, dan bukan hanya sekedar retorika.

Kata Kunci: ASEAN, demokrasi, legitimasi, retorika, hak

Keywords

ASEAN, demokrasi, legitimasi, retorika, hak

Full Text:

PDF

References

ASEAN, Sekretariat. (2009) Cetak Biru Komunitas Politik Keamanan ASEAN. Jakarta: ASEAN Secretariat.

CNN Indonesia. (2021) Pakar Ungkap Celah Aturan TNI-Polri Jadi Gubernur 2022-2024. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210928145049-32-700509/pakar-ungkap-celah-aturan-tni-polri-jadi-gubernur-2022-2024 pada tanggal 01 Oktober 2021.

Dosch, Jorn. “ASEAN’s Reluctant Liberal Turn and the Thorny Road to Democracy Promotion”. The Pacific Review, Vol. 21 No. 4 December 2008: 527–545. DOI: 10.1080/09512740802294655

Harper, T.N. (1997) ‘Asian Values’ and Southeast Asian Histories. The Historical JournalVol. 40, No. 2 (Jun, 1997), pp. 507-517.

Human Rights Watch. (2021) Myanmar: Hundreds Forcibly Disappeared. Diakses dari https://www.hrw.org/news/2021/04/02/myanmar-hundreds-forcibly-disappeared pada tanggal 01 Oktober 2021.

Idhom, Addi Mawahibun. (2014) UU ITE Dinilai Membuat Narasumber Kritis Takut. Diakses dari https://nasional.tempo.co/read/622174/uu-ite-dinilai-membuat-narasumber-kritis-takut/full&view=ok pada tanggal 25 Januari 2022.

Inayati, Ratna Shofi (Ed). (2016) Demokrasi dan HAM di ASEAN. Tangerang: Mahara Publishing.

Poole, Avery. (2019) Democracy, Rights, and Rhetoric in Southeast Asia. Cham: Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-030-15522-3

Simon, Sheldon W. (1995). Realism and neoliberalism: International relations theory and Southeast Asian security. The Pacific Review, 8(1), 5–24. doi:10.1080/09512749508719123

Sinaga. Lidya Christin (Ed). (2013) Pelaksanaan Demokrasi dan HAM di ASEAN. Jakarta: LIPI Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.