Bahasa Sebagai Arena dan Instrumen Kekuasaan

Anggi Afriansyah

Abstract

Abstrak

Buku ini menelaah politik penggunaan bahasa dari beragam aspek. Bahasa tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi tetapi lebih dari itu, bahasa dapat menjadi alat yang digunakan untuk memperoleh kekuasaan. Bahasa beroperasi sebagai piranti kekuasaan dan berhasil dimanfaatkan secara optimal oleh mereka yang memiliki niat berkuasa. Bahasa dapat digunakan untuk praktik dominasi, alat pergerakan, melanggengkan kekuasaan, mendulang suara dan memenangkan pemilihan, sampai meraih keuntungan materil.

Kata kunci: bahasa, politik, kekuasaan, Indonesia

Full Text:

PDF

References

Dhakidae, Daniel. Cendikiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru. Jakarta: Gramedia, 2003.

Fansuri, Hamzah. Sosiologi Indonesia: Diskursus Kekuasaan dan Reproduksi Ilmu Pengetahuan. Jakarta: LP3ES, 2015.

Haryatmoko. Dominasi Penuh Muslihat, Akar Kekerasan dan Diskriminasi. Jakarta: Gramedia, 2010.

Prastiti S, Savitri. Keselarasan dan Kejangggalan. Pemikiran-pemikiran Priyai Nasionalis Jawa Awal Abad XX. Jakarta: Sinar Harapan, 1985.

Kridalaksana, Harimurti. Bahasa dan Linguistik, dalam Kushartanti; Yuwono Untung; Lauder Multamia RMT (Editor). Pesona Linguistik, Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Penerbit Gramedia, 2007.

Rokhman, Fathur & Surahmat. Politik Bahasa Penguasa Jakarta: Kompas, 2016.

Wijoyo, Muridan S. & Noorsalim, Marsudi (editor). Bahasa Negara versus Bahasa Gerakan Mahasiswa: Kajian Semiotik atas Teks-teks Pidato Presiden Soeharto dan Selebaran Gerakan Mahasiswa. Jakarta: LIPI Press, 2004.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Anggi Afriansyah